Prof. Dr. Alfian Lains, Pengabdian Panjang Seorang Guru Besar dari Ranah Minang

    Prof. Dr. Alfian Lains, Pengabdian Panjang Seorang Guru Besar dari Ranah Minang
    Prof. Dr. Alfian Lains, SE., MA.

    TOKOH - Dalam dunia pendidikan tinggi di Sumatera Barat, nama Prof. Dr. Alfian Lains, SE., MA. menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan perguruan tinggi di daerah itu.

    Ia lahir pada 26 Mei 1939 dan menjalani sebagian besar kehidupannya di dunia akademik. Ruang kuliah, fakultas, dan lembaga pendidikan menjadi tempat Alfian mengabdikan pengetahuan dan pengalamannya selama bertahun-tahun.

    Perjalanannya sebagai akademisi membawanya menjadi Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang. Di kampus tersebut, Alfian tidak hanya dikenal sebagai pengajar. Ia juga pernah dipercaya menduduki jabatan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas.

    Kepercayaan yang diberikan kepadanya menunjukkan bahwa kiprahnya tidak hanya berada dalam bidang pengajaran dan keilmuan, tetapi juga dalam pengelolaan institusi pendidikan.

    Pengalamannya semakin luas ketika Alfian dipercaya menjadi Koordinator Kopertis Wilayah X. Melalui jabatan tersebut, tanggung jawabnya melampaui lingkungan satu universitas. Ia ikut berada dalam lingkup pembinaan dan pengembangan perguruan tinggi di wilayah yang menjadi tanggung jawab Kopertis Wilayah X.

    Namun salah satu bab penting dalam perjalanan pengabdiannya terjadi ketika ia bergabung dalam kepemimpinan Universitas Bung Hatta, Padang.

    Memimpin Universitas Bung Hatta

    Pada tahun 2000, Prof. Dr. Alfian Lains dipercaya menjadi Rektor Universitas Bung Hatta. Ia menjadi rektor kelima universitas tersebut. Alfian menggantikan Prof. Dr. Ir. Fachri Ahmad, M.Sc., yang sebelumnya memimpin Universitas Bung Hatta pada periode 1998 hingga 2000.

    Bagi Alfian, jabatan rektor merupakan kelanjutan dari perjalanan panjangnya sebagai akademisi dan pengelola pendidikan. Selama empat tahun, dari 2000 hingga 2004, ia memimpin Universitas Bung Hatta. Sebagai rektor, Alfian berada pada posisi yang menuntut tidak hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepemimpinan dalam mengelola sebuah perguruan tinggi.

    Universitas merupakan tempat berkumpulnya berbagai kepentingan: mahasiswa yang sedang membangun masa depan, dosen yang mengembangkan ilmu pengetahuan, tenaga kependidikan yang menjaga jalannya institusi, serta masyarakat yang berharap perguruan tinggi mampu memberi kontribusi bagi pembangunan.

    Di tengah lingkungan seperti itulah Alfian menjalankan kepemimpinannya. Pengalaman sebelumnya sebagai guru besar, dekan, dan Koordinator Kopertis menjadi bagian penting yang membentuk perjalanan kepemimpinannya di Universitas Bung Hatta.

    Setelah menyelesaikan masa jabatan sebagai rektor pada 2004, jejak Alfian tetap melekat dalam perjalanan universitas tersebut. Ia telah menjadi bagian dari salah satu fase perkembangan Universitas Bung Hatta sekaligus bagian dari sejarah pendidikan tinggi di Sumatera Barat.

    Hidup yang Diabdikan untuk Pendidikan

    Jika perjalanan hidup Alfian Lains ditarik dalam satu garis panjang, dunia pendidikan menjadi benang yang menghubungkan hampir seluruh pengabdiannya.

    Ia adalah seorang pengajar. Kemudian menjadi guru besar. Ia pernah memimpin Fakultas Ekonomi Universitas Andalas sebagai dekan. Ia juga pernah menjalankan tugas sebagai Koordinator Kopertis Wilayah X.

    Dan pada puncak perjalanan kepemimpinannya di perguruan tinggi, ia dipercaya menjadi Rektor Universitas Bung Hatta. Semua jabatan tersebut berangkat dari satu dunia yang sama: pendidikan.

    Di sanalah Alfian membangun perjalanan profesionalnya. Bukan hanya sebagai seseorang yang menyampaikan ilmu kepada mahasiswa, tetapi juga sebagai akademisi yang mengambil bagian dalam pengelolaan dan pengembangan institusi pendidikan tinggi.

    Namun perjalanan panjang itu akhirnya sampai pada penghujungnya dalam sebuah hari yang sangat membekas dalam ingatan masyarakat Sumatera Barat.

    Hari Ketika Padang Berguncang

    Tanggal 30 September 2009 menjadi hari yang kelak dikenang sebagai salah satu hari penuh duka bagi masyarakat Sumatera Barat. Pada hari itu, gempa bumi besar mengguncang wilayah Padang dan Padang Pariaman.

    Guncangan tersebut membawa kepanikan, kerusakan, dan duka yang mendalam bagi masyarakat. Di tengah peristiwa itulah Prof. Dr. Alfian Lains meninggal dunia di Padang. Usianya ketika itu 70 tahun.

    Kepergiannya terjadi tepat pada hari ketika wilayah yang menjadi tempat sebagian besar pengabdiannya dilanda bencana besar. Padang bukan sekadar kota tempat Alfian meninggal dunia. Kota itu juga menjadi salah satu ruang penting dalam perjalanan hidupnya.

    Di Padang ia mengajar. Di Padang ia menjadi guru besar. Di Padang ia pernah memimpin Fakultas Ekonomi Universitas Andalas. Di kota itu pula ia dipercaya memimpin Universitas Bung Hatta. Dan akhirnya, di Padang pula perjalanan hidupnya berakhir.

    Jejak Seorang Akademisi

    Prof. Dr. Alfian Lains meninggalkan perjalanan hidup yang erat dengan dunia pendidikan tinggi. Namanya tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, mantan Koordinator Kopertis Wilayah X, dan Rektor kelima Universitas Bung Hatta.

    Jabatan-jabatan itu menjadi penanda perjalanan seorang akademisi yang menghabiskan banyak tahun kehidupannya dalam ruang pendidikan.

    Namun pengabdian seorang pengajar tidak hanya dapat dihitung dari jabatan yang pernah didudukinya. Ada mahasiswa yang pernah duduk di ruang kuliahnya. Ada lingkungan akademik yang pernah dipimpinnya. Ada institusi yang pernah menjadi tempatnya bekerja dan mengabdi.

    Dan ada sejarah perguruan tinggi di Sumatera Barat yang ikut mencatat namanya. Perjalanan Prof. Dr. Alfian Lains akhirnya berhenti pada 30 September 2009. Tetapi jejak pengabdiannya tetap menjadi bagian dari sejarah pendidikan tinggi di Ranah Minang.

    Dari ruang kuliah Universitas Andalas hingga kursi Rektor Universitas Bung Hatta, hidup Alfian Lains menjadi perjalanan panjang seorang pendidik yang memilih ilmu pengetahuan dan perguruan tinggi sebagai ruang pengabdiannya. (PERS)

    prof. dr. alfian lains tokoh minangkabau tokoh indonesia
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Menkopolkam Djamari Chaniago Kunjungi Kodam...

    Artikel Berikutnya

    Andani Eka Putra, Dari Laboratorium Mikrobiologi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pantau Wilayah Teritorial, Sertu Nursam Komsos dengan Kasun Bayuh
    Danramil Nusa Penida Sambangi Peternak Babi di Desa Sekartaji
    TNI Gencarkan Penyuluhan Door to Door Cegah Karhutla di Kabupaten Sambas
    Sinergi Tiga Pilar Perkuat Kamtibmas di Desa Ukirsari
    Aksi Tanggap Sertu Asep Iman Gempur Kebakaran Lahan 2 Hektare di Cibeber

    Ikuti Kami