Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah

    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah
    Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M

    BANDUNG — Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menyambut peserta Long March SMA Taruna Pelita di Ruang Silihwangi Kodam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026) pukul 09.30 WIB.

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasdam III/Siliwangi, Irdam III/Siliwangi, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi, Danrindam III/Siliwangi, para Asisten Kasdam, perwira penghubung TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara, para komandan satuan, serta kepala badan pelaksana Kodam III/Siliwangi.

    Hadir pula ketua dan pengurus yayasan, kepala sekolah, serta jajaran guru SMA Taruna Pelita. Penyambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan para taruna menyelesaikan perjalanan yang menguji kemampuan fisik, kekuatan mental, kekompakan, dan jiwa korsa.

    “Atas nama keluarga besar Kodam III/Siliwangi, saya mengucapkan selamat datang dan selamat kepada kalian semua yang telah berhasil menyelesaikan Long March dengan penuh semangat, disiplin, dan kekompakan, ” ujar Mayjen TNI Kosasih.

    Pangdam menjelaskan, Long March bukan sekadar kegiatan berjalan jarak jauh, tetapi menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Kegiatan tersebut mengandung nilai-nilai kejuangan Siliwangi yang harus dipahami dan diterapkan para taruna dalam kehidupan sehari-hari.

    “Long March bukan sekadar kegiatan berjalan jauh. Kegiatan ini merupakan kawah candradimuka bagi taruna untuk membentuk karakter, menanamkan disiplin dan tanggung jawab, memperkuat solidaritas dan gotong royong, serta membangun kecintaan kepada tanah air dan semangat pantang menyerah, ” tegasnya.

    Menurut Pangdam, disiplin merupakan fondasi keberhasilan seorang taruna. Ia juga menekankan pentingnya solidaritas dengan saling membantu selama menghadapi kesulitan dan memastikan tidak ada anggota yang ditinggalkan.

    “Dalam Long March, yang kuat membantu yang lemah dan yang berada di depan menunggu mereka yang masih di belakang. Tidak boleh ada yang ditinggalkan karena keberhasilan harus dicapai melalui kebersamaan, ” katanya.

    Pangdam turut mengapresiasi SMA Taruna Pelita yang dinilai konsisten membina generasi muda melalui pendidikan berkarakter, semi-militer, dan berwawasan kebangsaan. Pembinaan seperti itu dipandang penting dalam menghadapi tantangan era digital dan perubahan global.

    “Di tengah tantangan era digital dan disrupsi global, kegiatan seperti ini dibutuhkan untuk membentuk ketahanan mental generasi muda agar tidak mudah rapuh, tidak apatis, serta memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh, ” ungkap Mayjen TNI Kosasih.

    Ia berpesan agar para taruna menjadikan pengalaman Long March sebagai bekal dalam menjalani pendidikan dan kehidupan. Para peserta juga diminta menjaga kekompakan, menghormati orang tua dan guru, belajar dengan tekun, serta mengembangkan kecerdasan akademik, ketangguhan fisik, dan kemuliaan moral.

    “Jadilah pemuda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara fisik dan mulia secara moral. Masa depan bangsa berada di pundak kalian, ” pesannya.

    Mengakhiri amanatnya, Pangdam mengingatkan kembali semboyan Siliwangi, “Esa Hilang Dua Terbilang”, yang mengandung makna semangat untuk terus berjuang dengan gigih hingga tujuan dan cita-cita tercapai.

    Kegiatan penyambutan berlangsung aman dan tertib. Pangdam juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan Long March SMA Taruna Pelita serta mengingatkan para peserta agar segera beristirahat dan memulihkan kondisi fisik. (PERS)

    pangdam iii siliwangi mayjen tni kosasih sma taruna pelita long march taruna pelita pendidikan karakter disiplin taruna wawasan kebangsaan generasi muda kodam iii siliwangi esa hilang dua terbilang dr. hendri.
    Updates.

    Updates.

    Artikel Sebelumnya

    Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla...

    Artikel Berikutnya

    Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat,...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Pangdam XXIV/MT: Jabatan Adalah Amanah, Jalankan Dengan Pengabdian Terbaik
    Pangdam XXIV/MT Hadiri Pemusnahan 1,4 Juta Rokok Ilegal, Perkuat Sinergi Jaga Ekonomi Papua Selatan
    Asrenum Panglima TNI Bersama Wamenhan RI Bahas RUU Reforma Agraria
    Koptu Jasiom Latih PBB Pelajar dari Tujuh Sekolah di Makodim 0603/Lebak
    Satgas Karhutla TNI Kawal Penyaluran Bantuan Korporasi untuk Desa Terdampak di Melawi
    Latihan Kemampuan Penembakan Target Drone Menjadi Wawasan dalam SGS 2026
    Tak Kenal Lelah! Prajurit TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Kebut Pembangunan Rumah Warga Demi Wujudkan Hunian Layak
    Hercules TNI AU Mendarat di Lanud Sjamsudin Noor Bawa Kekuatan Baru dari Kemhan RI, Penanganan Karhutla Kalimantan Selatan Kian Diperkuat
    Menembus Asap Karhutla Kalsel, Personel Lanud Sjamsudin Noor dan Kekuatan Udara Bergerak, Heli TNI AU dan Gabungan Dikerahkan, Wujud Negara Hadir
    Rayakan HUT ke-80, Kodam III/Siliwangi Gelar Pameran Lukisan 'Siliwangi Untuk Indonesia Ku'
    Tak Kenal Lelah! Prajurit TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Kebut Pembangunan Rumah Warga Demi Wujudkan Hunian Layak
    Wapangkoops TNI Habema Tinjau Kesiapsiagaan Prajurit di Pos Kotis Dekai
    Menembus Asap Karhutla Kalsel, Personel Lanud Sjamsudin Noor dan Kekuatan Udara Bergerak, Heli TNI AU dan Gabungan Dikerahkan, Wujud Negara Hadir
    Abdullah Rasyid: Di Balik Predikat WTP, Masih Ada Pekerjaan Rumah Negara
    Progres Pengecoran Jalan TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Capai 55 Persen, Wujud Nyata Pengabdian TNI Membangun Desa
    Tongkat Estafet Kepemimpinan Pusinfolahta TNI Resmi Berganti
    Kodim 1714/Puncak Peduli Pendidikan Hadiri Penamatan Siswa Sekolah Alkitab Mulia Ke-56 Tahun 2026
    Dr. Hendri: Narasi, Framing, dan Manipulasi Makna dalam Perang Kognitif
    Progres Pengecoran Jalan TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Capai 55 Persen, Wujud Nyata Pengabdian TNI Membangun Desa
    Abdullah Rasyid: Di Balik Predikat WTP, Masih Ada Pekerjaan Rumah Negara

    Ikuti Kami