BANDUNG — Kodam III/Siliwangi menegaskan komitmennya dalam menjaga dan merawat nilai-nilai budaya Sunda sebagai bagian penting dari penguatan karakter bangsa dan ketahanan wilayah. Hal tersebut disampaikan Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., dalam momentum Perayaan Puncak Hari Jadi Tatar Sunda 2026 yang digelar di halaman Gedung Sate, Bandung, Minggu hingga Senin (17–18/5/2026).
Pada kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi diwakili oleh Inspektur Kodam (Irdam) III/Siliwangi Brigjen Nurul Yakin bersama sejumlah pejabat nasional dan daerah, tokoh budaya, akademisi, hingga para raja dan sultan Nusantara.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, Menteri UMKM RI Maman Abdurahman, Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, Kajati Jawa Barat Sutikno, serta para kepala daerah se-Jawa Barat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan dari Gubernur Jawa Barat serta Jaksa Agung RI. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Buku Sejarah Hari Jadi Tatar Sunda karya Prof. Dr. Nina Herlina, M.S. kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, serta penyerahan Buku Ensiklopedia Sunda dari Prof. Bagus Mulyadi kepada Jaksa Agung RI.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni budaya Sunda kontemporer dan drama musikal kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat” yang melibatkan lebih dari 100 seniman, komedian, pemusik, dalang, hingga pemain teater di bawah arahan budayawan Sujiwo Tejo.
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pelestarian budaya daerah merupakan bagian penting dalam menjaga identitas bangsa sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
“Budaya Sunda memiliki nilai luhur yang sangat relevan dengan semangat pengabdian prajurit Siliwangi. Filosofi 'Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh, dan Silih Wawangi' adalah fondasi moral yang memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta semangat bela negara di tengah masyarakat, ” ujar Mayjen TNI Kosasih.
Pangdam juga menegaskan bahwa Kodam III/Siliwangi memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat dengan tanah Sunda dan nilai-nilai perjuangan masyarakatnya.
“Kodam III/Siliwangi lahir dari semangat perjuangan rakyat Jawa Barat. Karena itu, menjaga budaya dan sejarah Sunda bukan hanya tanggung jawab budayawan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga karakter bangsa dan ketahanan wilayah, ” tegasnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Kosasih menilai peringatan Hari Jadi Tatar Sunda bukan sekadar seremoni budaya, tetapi momentum refleksi kolektif untuk membangun masa depan Jawa Barat yang berakar kuat pada sejarah dan kearifan lokal.
“Energi luhur masa lalu harus menjadi inspirasi untuk membangun Jawa Barat yang maju, berkarakter, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Nusantara, ” tambahnya.
Peringatan Hari Jadi Tatar Sunda sendiri diperingati setiap tanggal 18 Mei sebagai momentum lahirnya Kerajaan Sunda di bawah kepemimpinan Sri Maharaja Tarusbawa, yang menjadi tonggak penting sejarah peradaban Sunda.
Dalam kesempatan penutupan acara, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan budaya tersebut tidak menggunakan anggaran APBD.
Perayaan berlangsung khidmat dan meriah hingga dini hari, sekaligus menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, tokoh budaya, masyarakat, dan unsur TNI-Polri dalam menjaga warisan budaya serta memperkuat jati diri bangsa.
🇮🇩 Siliwangi!!! 🇮🇩

Updates.