GARUT - Senin, 01 Juli 2026, menjadi saksi bisu semangat kolaborasi antara aparat TNI dan petani di Desa Banyuresmi, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kegiatan pendampingan pertanian yang digagas hari ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah ikhtiar mendalam untuk memperkokoh fondasi ketahanan pangan di wilayah tersebut. Suasana hangat terasa ketika Serda Tatang Mulyana, Babinsa setempat, secara langsung menyapa para petani, mendengarkan aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan.
Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kelompok tani, yang dipimpin oleh Dani. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah mereka bukan hanya sebagai pengawas, melainkan sebagai mitra strategis yang siap berbagi ilmu dan pengalaman. Tujuannya jelas: mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan dan tangguh.
"Kami sangat terbantu dengan kehadiran Pak Babinsa. Beliau selalu memberikan masukan yang berharga dan motivasi bagi kami untuk terus semangat bertani, " ujar Dani, Ketua Kelompok Tani, dengan senyum optimis.
Semangat dukungan terhadap sektor pertanian ini turut dirasakan hingga tingkat komando. Kapt. Inf Usman, Komandan Rayon Militer (Danramil) 1110/ Banyuresmi, menegaskan komitmen TNI dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Ia melihat langsung bagaimana sinergi antara Babinsa dan kelompok tani mampu menciptakan lingkungan pertanian yang lebih produktif dan inovatif.
"Program pendampingan pertanian ini adalah wujud nyata kepedulian TNI kepada masyarakat, khususnya para petani. Kami percaya, dengan kerja keras dan sinergi yang baik, kita dapat mencapai ketahanan pangan yang kokoh, " tegas Kapt. Inf Usman.
Dukungan ini pun mengalir lebih luas. Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, SIP, Komandan Kodim 0611/Garut, mengapresiasi inisiatif yang dilakukan di Desa Banyuresmi. Ia menekankan pentingnya peran Babinsa dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan riil di lapangan, terutama dalam sektor krusial seperti pertanian.
"Keberhasilan ketahanan pangan suatu daerah sangat bergantung pada kekuatan para petani. Oleh karena itu, pendampingan yang konsisten dan terarah seperti yang dilakukan di Banyuresmi menjadi sangat vital, " ungkap Letkol Inf. Fahrisal Efendi Sinaga, SIP.
Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M, Komandan Korem 062/Tarumanagara, juga memberikan pandangannya mengenai pentingnya kegiatan ini dalam skala yang lebih luas. Ia melihat bahwa setiap upaya pendampingan di tingkat desa merupakan kontribusi berharga bagi kedaulatan pangan bangsa.
"Program seperti ini memiliki efek domino yang positif. Ketika petani kita kuat, maka ketahanan pangan nasional pun akan semakin kokoh. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia, " ujar Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M.
Puncak apresiasi datang dari Mayor Jenderal TNI Kosasih, SE., MM, Pangdam III/Siliwangi, yang senantiasa memantau perkembangan program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Beliau menyambut baik setiap langkah positif yang diambil dalam upaya penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan.
"Saya bangga melihat dedikasi para Babinsa dan semangat para petani di Banyuresmi. Ini adalah cerminan bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat adalah kekuatan terbesar bangsa kita dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan, " tutur Mayor Jenderal TNI Kosasih, SE., MM. (PERS)

Updates.